URGENSI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEFARMASIAN ... PERLU GAK SIH?

PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEFARMASIAN 

PERLU GAK SIH ??

penulisan ini berdasarkan opini pribadi berdasarkan pengalaman yang pernah dialami oleh penulis


                        Berbicara pendidikan, maka kita berbicara mengenai masa depan seseorang, apakah dia yang dididik akan menjadi seseorang yang dapat mengembangkan diri secara optimal di lingkungan masyarakat? atau akan tertinggal bahkan nyaris tak berguna di lingkungan masyarakat?. mungkin pertanyaan ini bisa menjadi salah satu gambaran pentingnya pendidikan bagi seseorang. kemajuan teknologi memacu dan memaksa semua orang untuk terus berkembang agar dapat bertahan hidup. Ya, bisa dibilang saat ini teknologi yang berkembang menjadi salah satu parameter dalam seleksi alam. Jika kita mampu untuk menghadapi perkembangan ini, kita akan dapat bertahan dan dapat terus berkontribusi dalam lingkaran kepentingan masyarakat. Namun, jika tidak mampu bisa saja tenaga kita sebagai manusia akan digantikan oleh kecerdasan buatan seperti robot (ini hanya pemikiranku yang utopis so, penulis sendiri berharap hal ini tidak terjadi). dari sini kita seharusnya dapat menyimpulkan seberapa pentingnya pengembangan pendidikan harus dilakukan. mungkin kalian bertanya kenapa harus teknologi? kenapa tidak menggunakan perubahan sosial masyarakat dan sebagainya?. well, menurut penulis saat ini teknologi bisa saja menjadi suatu senjata absolut karna dalil keefisienan dan keinstanan yang ditawarkan terlalu menggiurkan. selain itu mungkin kita kerap membaca ulasan bahwa teknologi dapat digunakan untuk mengurangi resiko human error dll. Ya, sebenarnya bisa saja penulis keliru dalam hal ini, penulis sendiri juga bukan merupakan seorang sofis yang hanya ingin sekedar beretorika tanpa mengutamakan kebenaran. 

                        Baik, mari kita lanjutkan ke dalam bagian inti, karna penulis merupakan seorang farmasis, maka didalam artikel ini penulis tertarik untuk menggunakan pendidikan farmasis sebagai suatu cerminan mengapa pengembangan pendidikan harus segera dilakukan. Dan ya, bisa saja hal ini relevan digunakan dalam pendidikan lain namun disesuaikan dengan keadaan yang dialami dalam pendidikan yang sedang kalian tempuh saat ini.Perkembangan dunia farmasi saat ini sudah sangat pesat secara kasat mata, para pelaku farmasi di apotek sudah mulai menggunakan perlatan canggih, seperti neraca digital untuk menimbang yang sebelumnya masih menggunakan neraca dua lengan yang membutuhkan keterampilan khusus dalam kalibrasi, datar air,mesin grinder untuk menghaluskan obat sebagai pengganti mortier dan stamper, tensimeter digital sebagai pengganti tensimeter air raksa. Pada bidang riset dan penelitian sudah menginjakan pengujian secara in silico yang terkomputasi dimana penemuan senyawa efektif tidak harus menguji segala jenis kandungan namun melalui komputasi kita dapat menemukan senyawa yang cocok, begitu pula halnya dengan industri, rumah sakit dan masih banyak lagi pengembangan teknologi dalam bidang pengobatan/Farmasi itu sendiri. hal ini masih belum termasuk pengembangan teknologi Elektronik Farmasi (E-farmasi) yang marak dikembangkan. tentunya hal ini kembali lagi didasarkan pada efisiensi, kenyamanan serta kepuasan pasien. Namun, ditingkat universitas, penulis sendiri kerap menggunakan peralatan yang relatif belum diperbaharui (kecuali kalau kebetulan ada lomba KTI, barulah penulis menemukan alat seperti itu). Hampir semua mahasiswa di Kampus penulis menggunakan neraca 2 lengan untuk menimbang, menurut penulis hal ini bisa saja menyulitkan mahasiswa dalam dunia kerja mereka kelak. karna pada saat berada di dunia kerja tentu mereka akan sangat jarang atau bahkan tidak menemui alat semacam ini. selain peralatan pembelajaran yang diterima juga ada yang belum relevan bagi penulis yang menempuh pendidikan di Universitas kecil, mendapatkan pembelajaran Molecullar docking itu relatif jarang, ya kalau adapun biasanya hanya sekedar pengenalan akhirnya mau tidak mau, kalau kita tidak mempelajari hal tersebut secara mandiri lewat jurnal atau refrensi lain, pengetahuan semacam ini bisa saja menjadi benda asing bagi rekan rekan atau bahkan bagi penulis itu sendiri. jika hal ini terus terjadi maka pemikiran utopis penulis bisa saja terjadi. dan jika ditarik lebih jauh lagi pengganguran akibat tergantinya peran manusia oleh kecerdasan buatan seperti robot bisa saja terjadi. 


          Maka dari beberapa hal tadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan farmasi harus segera dikembangkan dan di upgrade sesuai dengan perkembangan teknologi dan zaman pada saat ini. jangan membuat pendidikan farmasi menjadi metode pembelajaran yang terkesan usang, mempertahankan hal yang sudah dipelajari terlebih dahulu itu sangat penting, namun upgrade juga tetap harus dilakukan agar kelak para lulusan farmasi dapat bersaing dan dapat bertahan atau lebih baiknya lagi mampu untuk mengembangkan ilmu kefarmasian lebih mendalam. 




                     

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERMENKES 26 TAHUN 2020 APOTEKER DILEMAHKAN?

ANALISA PENGGUNAAN AZAZ HUKUM DALAM PRAKTIK KESEHATAN DI INDONESIA